MULTIBET adalah agen bola dan agen judi online SBOBET, IBCBET, CASINO, POKER dan BOLA TANGKAS... Terima kasih telah memilih kami sebagai agen terpercaya Anda.. Kepercayaan Anda kepada kami adalah jalan utama kami untuk menjadi yang Terbaik, Terbesar dan Terpercaya.
logo
Share MeShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someone

Agen Bola – Giggs: Status Pelatih Bantu Sesuaikan Dengan Manajemen – Legenda Manchester United Ryan Giggs mengatakan bahwa mendapatkan status kepelatihan selama karir bermainnya, membantunya melakukan transisi dari pemain menjadi manajer di musim lalu.

Sementara ia sibuk memenangkan 13 gelar Barclays Premier League, pemain sayap asal Wales ini juga menjalani pelatihan untuk menjadi seorang pelatih, dan ia menyatakan bahwa hal itu sangat bermanfaat saat ia ditunjuk sebagai manajer sementara Man Utd untuk empat pertandingan terakhir musim lalu menyusul kepergian David Moyes.

 

Agen Bola - Giggs: Status Pelatih Bantu Sesuaikan Dengan Manajemen

 

“Manajer [Sir Alex Ferguson] selalu ingin para pemainnya untuk mendapatkan status kepelatihan sedini mungkin,” kata Giggs kepada Premier League TV. “Sebagai pemain, Anda berlatih di pagi hari dan kemudian di sore hari Anda pergi sebagai seorang pelatih, dan Anda mungkin harus menjalani pertandingan beberapa hari kemudian. Sulit untuk menyeimbangkan keduanya.

“Saya berhasil melakukannya saat saya menjadi pemain, dan yang pasti kepelatihan tersebut sangat membantu saya, terutama saat berhadapan dengan media, bagaimana caranya menangani manajemen tingkat atas dan bawah. Hal-hal yang Anda pelajari pada saat kepelatihan sangat luar biasa, tetapi tak akan ada yang dapat mengalahkan pengalaman. Dalam banyak hal, Anda tidak dapat melatih hal itu. Hanya pengalaman dan saat Anda membuat kesalahan lah, dimana Anda dapat menjadi lebih baik.”

Dan ia mengatakan bahwa ia hanya punya sedikit waktu untuk merenungkan jabatannya saat itu karena ia terlalu sibuk mempersiapkan pertandingan pertamanya sebagai manajer, melawan Norwich City di Old Trafford.

“Segera setelah saya ditanya, saya langsung fokus, apa yang kami lakukan saat latihan? Siapa saja tim yang akan diturunkan? Siapa saja yang akan dicadangkan?” tambahnya. “Saya menghabiskan begitu banyak waktu berfokus pada hal itu, dan ada satu waktu ketika saya akhirnya bisa rileks, Anda duduk kembali dan Anda menyadari apa yang Anda lakukan, dimana tiba-tiba kami mencetak skor.

“Sehari sebelum saya menjadi salah satu dari mereka, dan masih menjadi salah satu dari mereka, tetapi saya ingin membaginya, bahwa saya sekarang seorang manajer dan sekarang saya harus memimpin Anda dalam empat pertandingan terakhir.”

Giggs menghasilkan dua kemenangan, satu kali seri dan satu kekalahan dari keseluruhan empat pertandingan selama ia menjabat sebagai manajer, selanjutnya pemain dengan rekor paling sering bermain dalam sejarah Barclays Premier League itu harus menutup masa karirnya setelah tampil sebanyak 632 kali dengan cetakan gol BPL sebanyak 109 BPL bagi The Red Devils. Sesungguhnya, ia mengatakan ia tidak bisa mengharapkan akhir yang lebih baik.

Penampilan terakhirnya di Old Trafford adalah pada tanggal 6 Mei, ketika ia selaku manajer temporer, saat turun pada 20 menit tersisa dimana saat itu Man Utd membukukan kemenangan 3-1 atas Hull City. Momen tersebut semakin berarti, ketika Giggs masuk menggantikan rekan senegaranya Tom Lawrence, yang sama seperti pemain sayap asal Wales tersebut, datang melalui sistem pembinaan pemain muda milik klub.

“Itu tidak bisa berakhir dengan lebih baik lagi,” ujar Giggs. “Saya adalah manajer saat itu, saya memberi kesempatan kepada pemain muda, saya datang ke lapangan menggantikan Tom Lawrence, seorang pemain asal Wales yang berhasil menembus tim utam, lalu saya masuk menggantikannya dan mengakhiri karir saya di Old Trafford.”

Dan pemain berusia 41 tahun yang kini menjadi asisten manajer Man Utd Louis van Gaal, mengatakan ia tidak merasa kesulitan mengemban tugas untuk membina para pemain yang baru saja ia bermain bersama.

“Ini sesuatu yang saya lakukan ketika sebagai pemain, saya akan angkat bicara saat jeda babak pertama dan di akhir permainan, jadi itu bukan sesuatu yang baru bagi saya,” tambahnya. “Saya penggemar Man Utd, pemain Man Utd dan saya seorang pemenang, saya ingin selalu menang. Jika seseorang tidak kerahkan seluruh kemampuannya, saya akan memberitahu mereka, baik sebagai seorang pemain ataupun sebagai seorang manajer. Itu tidak pernah menjadi masalah bagi saya.”

Giggs diwawancarai dalam rangka peluncuran film dokumenter, ‘Life of Ryan’.