MULTIBET adalah agen bola dan agen judi online SBOBET, IBCBET, CASINO, POKER dan BOLA TANGKAS... Terima kasih telah memilih kami sebagai agen terpercaya Anda.. Kepercayaan Anda kepada kami adalah jalan utama kami untuk menjadi yang Terbaik, Terbesar dan Terpercaya.
logo
Share MeShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestShare on TumblrShare on LinkedInEmail this to someone

Taruhan Bola – Swansea Berharap Memimpin Sejak Awal Atas QPR – Di bawah asuhan Ronald Koeman, pelatih anyar mereka, Southampton menunjukkan performa meyakinkan musim ini. Kehilangan beberapa pemain kunci tidak menjadi masalah bagi mereka, seiring pemain baru juga tampil di atas rata-rata. Tanpa sadar, kursi kedua di Liga Primer Inggris sudah mereka kantongi sebelum menutup bulan November.

Hingga saat itu, romantisisme mereka membuai para fan, pemain, dan klub itu sendiri dalam pencapaian yang (mungkin) tak mereka bayangkan sebelumnya. The Saints menjadi kuda hitam Liga Primer dan pecinta sepakbola tak mungkin luput menyaksikan prestasi mereka. Laga demi laga, kemenangan demi kemenangan.

 

Taruhan Bola - Swansea Berharap Memimpin Sejak Awal Atas QPR

 

Namun, layaknya kisah superhero yang umum, Southampton juga mengalami twist tak mengenakkan dalam alur panjang perjalanan mereka. Tepatnya Minggu (30/11) di St. Mary Stadium, Manchester City datang sebagai antagonis utama dan menggilas sang kuda hitam tanpa ampun.

Beberapa pekan sebelum laga tersebut, pertanyaan soal peluang menjaga start bagus Southampton selalu menghantui Koeman saat konferensi pers. Untung saja, sang manajer tak mau besar kepala dan menegaskan dirinya untuk menghadapi laga demi laga. Adapun, sedikit optimisme tak lupa ia sampaikan guna menjaga moral timnya. “Saya tak pernah melihat tim yang lebih bagus dari kami musim ini,” ujarnya saat itu.

Dan…mungkin Koeman takkan mau mengulangi pernyataan tersebut karena ia menyaksikan [tim yang lebih bagus] dengan mata kepalanya sendiri. Southampton boleh mengangkangi peringkat City di pekan sebelumnya, tapi setelah laga kemarin, sepertinya South’on akan kesulitan mengulangi prestasinya. Ya, gol ketiga City menegaskan hal tersebut seiring Gael Clichy mengoyak jala Southampton, menyambut umpan atraktif Sergio Aguero.

Southampton kalah memalukan, tapi bukan berarti pasukan Koeman pasti tergelincir seperti Southampton musim lalu – di mana mereka tergelincir dari peringkat tiga ke sembilan hanya dalam enam pekan, mulai akhir November hingga Tahun Baru. Jadwal pertandingan mereka seolah meramalkan kejatuhan itu akan terulang karena mereka harus menghadapi Arsenal, Manchester United, Everton, dan Chelsea sebelum Tahun Baru, tapi periode ini bisa menjadi tolok ukur kebangkitan The Saints.

Semua bergantung pada reaksi atas kekalahan kemarin – dalam laga kontra Arsenal tengah pekan nanti pastinya. Mereka boleh mengaku kurang beruntung saat kalah dari Tottenham Hotspur dan Liverpool, tapi saat City berkunjung, yang tampak adalah kekalahan total. Koeman pun mengakui timnya bermain kurang bagus dalam menghadapi sang juara. Ia juga sadar laga diawali dengan gugup. Performa Southampton yang tangguh tetap tak mampu menghadapi ketajaman City, seiring Victor Wanyama dan Steven Davis melakukan kesalahan krusial yang berbuah gol.

Sangat disayangkan karena Southampton tampil apik hingga pertengahan laga, menunjukkan kepantasan mereka berada di dua besar (untuk sementara). Nathaniel Clyne dan Ryan Bertrand bertahan dan menyerang dengan rapi. Penampil terbaik mereka kala itu ialah Morgan Schneiderlin, yang berani beradu dengan Fernandinho di menit awal. Tak lama setelahnya, gelandang Prancis itu merepotkan pertahanan City dengan umpan terukur pada Pelle, yang sayangnya gagal menggapai bola dengan akurat.

Saat Schneiderlin diangkat keluar, Maya Yoshida masuk lapangan dan terjadi perombakan taktik. Saat itulah jurang terbuka lebar, City menunjukkan keunggulan mereka dalam kualitas pemain. “Kami tahu kami tak punya 24 pemain sehebat mereka,” ujar Koeman mengakui keunggulan City.

Di akhir laga, Eliaquim Mangala dikartu merah, hasil akhir tetap 3-0 untuk kemenangan City. Namun setidaknya, Koeman boleh optimistis. Kartu merah itu menunjukkan sang bek tengah masih belum akrab dengan Liga Primer Inggris, berbeda dengan pembelian anyar Koeman musim ini.

Toby Alderweireld misalnya, cukup kokoh di jantung pertahanan dan sedikit menutup ruang kosong yang ditinggalkan Schneiderlin dengan transisinya. Pelle dan Dusan Tadic mulai tumpul, Sadio Mane masih melakukan kesalahan tak perlu, tapi kalau melihat dalam mosaik yang lebih besar, mereka tampil meyakinkan musim ini. Pendekatan kalem dan cerdas ala Koeman bisa jadi kunci kebangkitan The Saints dan sang manajer juga harus memastikan pemainnya tak meratapi kekalahan menyedihkan mereka.

Kalau tidak…mungkin sejarah musim lalu akan berulang.